Tuesday, May 02, 2006

Perpustakaan Bawah Tanah

Setelah kuliah berakhir, dengan sedikit kecewa, lantaran hasil cek shiken kali ini (padahal yang terakhir neh) cukup tidak memuaskan....hiks T.T; Tandanya benkyoubusoku, huehue......

Abis ngisi perut dengan nasi putih dan tahu, ada shidou kenkyuu with Nishida Sensei. Aikawarazu, beliau bimbing Kuma dengan sabar dan ngasih saran, koreksi di sana sini. Sreeett.....entah kenapa tiba-tiba waktu 45 menit begitu cepat, dan selesailah shidou kenkyuu hari ini.

Karena teori penunjang kenkyuu-ku masih kurasa kurang, kucari beberapa referensi hasil search-nya Nishida Sensei. Ternyata referensi yang beliau maksud tidak ada di kumpulan buku bahasa Jepang yang biasanya aku tongkrongi (nongkrong doank, ga baca. malah kadang bobok di perpus :> ). Usut punya usut, karena referensi itu adalah majalah (ada yg tahunya dah zaman-zaman bahela), maka adanya di ruang paling bawah (2 lantai dari lanta1 dasar)..... yang kalo kita masuk, ga bakal ada sinyal di HP kita.

Begitu keluar dari lift, Kuma pun beraksi. Alias longok sana sini, abiznya bingung gitu...... kok banyak banget rak, dan hawanya dingiin..... Iiih kayak ruang mayat aza (padahal belom pernah loh ke kamar mayat hehe...). Tapi ga sesyerem itu kok, kan ada lampu-lampu. But yang bikin Kuma bingung, kok raknya rapat-rapat, gimana cara Kuma ambil buku yang berada di rak yang di tengah, wong ga ada celah blaz...Kuma coba tarik-tarik.... dengan kekuatan super woman. Eeeh.. tiba-tiba dihampiri orang dan ditegur.
"Mbak-mbak, lagi ngapain?" jawab cowok bermata sipit itu.
"Eh, anu, aku mo cari buku. Kali aja ada di rak ini. Tapi kagak bisa dibuka, sampe saya capek" jawabku sambil membuktikan kekuatan yang telah aku keluarkan sebelumnya untuk menggeser rak-rak itu.
"Oh, bukan gitu caranya. Misalnya kamu cari buku yang judul awalnya N, nah sesuai abjad, kamu harus buka rak yang ini.Ini ada tombol, nah kamu pencet aja.".
"Ooooooohhhh", mulutku dah kayak gua neh bentuknya. Lalu tuh cowok mencet tombol putih, dan lampu merah segera menyala dan tiba-tiba..... GREEEDHEEEEK, NYIITT...!!!
"Eh apa-an tuh?!" tanyaku kaget bin terkejut.
"Nah ini raknya bergeser, nanti setelah berhenti, baru kamu bisa masuk sela-selanya dan nyari buku yg kamu maksud", terangnya lagi.
"Oooooooooohhhh", kali ini, mataku yang kata orang-orang gedhe, tambah membesar bak bakso Malang (wadooh dadi luwe wetengku rek). Sambil manggut-manggut penuh heran (maklum wong ndeso gitu loh), kuucapkan makasih buanyak buat tuh cowok. Setelah aku masuk ke sela-sela rak yang telah bergeser otomatis itu, cowok sipit yang pas ketawa (ngetawain aku neh) ga bisa liat aku itu pun pergi, ga tahu ke mana.
Kucari buku yang diawali dengan N, "Nihongo Kyouiku", mulai dari ujung ke ujung dah kujalarkan mataku, tapi kok ga ada. Mana leherku "kenger" neh, bayangin aja, tinggi rak-rak itu hampir 2 kali lipat tinggi Kuma. Akhirnya Kuma keluar dari sela-sela rak itu dengan wajah muram, karna buku or majalah yang direkomendasikan Nishida Sensei itu tak satupun kutemukan. Hiks sedih dech....... Kuma hendak berputus asa, dan mo keluar dari perpus, eh di sebelah mesin foto copy berpapasan lagi ama cowok sipit tadi. Dia senyum, lalu bilang gini, "ehm, cepat ya. Dah ketemu bukunya?".
"Ehmm.." kugelengkan kepala dengan lesu.
"Oh, kamu cari apa sih?"tanyanya lagi. Karena males ngomong, abis dongkol dan capek nyari buku ga ketemu-ketemu, segera saja kusodorkan print-print-an list buku dan majalah yang kudapat dari Nishida Sensei. Setelah melihat dalam sekejap, tuh cowok yang sedari tadi aku ga tahu namanya itu, lagi-lagi tersenyum penuh ejekan. 'Ngapain sich, senyum kayak gitu' batinku. "Ehm, ini kan buku dalam bahasa Jepang. Di sini ini area buku berbahasa Inggris. Lihat saja abjadnya A-B-C dan seterusnya. Kalau cari buku or majalah dalam bahasa Jepang, bukan di sini tapi area yang sana." tuh cowok menunjuk-nunjuk ke arah di sebelah kiri. Karena kutempurkan kedua alis mataku, kayaknya dia paham banget, kalau Kuma tuh lagi bingung dan stress banget. Akhirnya dia mengantarkan Kuma ke tempat yang dia maksud.
"Nih lihat, abjadnya dimulai dari あーい dan seterusnya. Karena yang kamu cari adalah [nihongo], huruf depannya adalah に(ni), maka kamu harus cari rak yang ada huruf に." Lalu aku berjalan menguntit tuh cowok di belakangnya menuju rak berhuruf に. Akhirnya tiba juga.
"Nah ini dia, masih inget cara bukanya kan? Jangan gunakan tangan lagi yach!" katanya, lalu memberikan kertas print-print-an Kuma dan berlalu meninggalkan Kuma begitu saja. Bahkan Kuma ampe lupa bilang terima kasih. Ah, yatto, akhirnya dari 7 buku yang direkomendasikan Nishida Sensei, kutemukan 4. Alhamdulillah.
Karena kumpulan majalah (jilid-an beberapa edisi majalah) itu sangat berat, palagi ada larangan bawa ke luar, so Kuma akhirnya pergi ke mesin foto copy yang Kuma lihat sebelumnya. Sambil longak-longok (soalnya jalannya berliku-liku kayak dunia misteri gitu.....ato Kuma nya yang lemah diskrip ruang yach??), akhirnya Kuma sampai juga dan mulailah kelahlian sebagai tukang foto copy-pun muncul dech. Berlembar-lembar udah aku foto copy, trus kukembalikan lagi "bantal-bantal berat" itu ke tempat semula.
Pas mo beranjak pergi keluar ruang itu, aku inget sesuatu ketika melihat huruf あ (a), 'Oh ya, ku harus cari majalah linguis dari Aichi Daigaku'. Setelah kulayangkan ke rak yang berhuruf あ, Lalu 'Yup, ada!' ujar hati kecilku penuh girang. 'Tapi.......kok diletakkan ke rak yang paling atas sih....aduuh gimana neh??' Kuma lalu keluar dari sela-sela rak, toleh kanan kiri, berharap ada manusia tinggi yang bersedia menolong Kuma. Tapi sayang, tak sesosok pun yang melewati lorong rak-rak sekitar situ. Akhirnya Kuma punya ide.....ambil kursi di sebelah mesin foto copy tadi. 'Ok, semangat-semangat!!' kata hati kecil Kuma menyemangati diri sendiri.
Pas Kuma mo angkat tuh kursi, lagi-lagi Kuma ditegur ama seorang cowok, but kali ini bukan cowok bermata sipit. Tapi bermata tajam dan berjenggot lebat. Huuaaaahhh..... kayaknya orang dari Turki, India, Iran gitu dech......
"What are you doing miss" tanyanya.
"Ehm... I will take a book at there, but I can't take it, because I am small. The book is in higher" jawabku dengan bahasa Inggris sekedarnya, sambil kuangkat-angkat tanganku dan berjinjit-jinjit, berharap dia ngerti maksudku.
"Ehm...I see, I will help you."
Ah.....Ya Allah, akhirnya tuh orang mau nolong ngambilin buku yang Kuma maksud. Alhamdulillah, tertolong. Lagi-lagi, Kuma ga tahu nama orang itu. Tapi sebelum dia pergi meninggalkan Kuma, Kuma spontan berujar, "alhamdulillah. Syukron Jazilan". Sambil mengernyitkan kening, tuh orang hanya tersenyum dan pergi. 'Apakah bahasa Arab Kuma salah??' pikir Kuma bingung. Ehm.....ah cuek aja.....perasaan bener kok, soalnya tadi siang abis kuliah, Kuma diajari Zei bahasa Arab, ya gitu kok......

Ehm........udah dulu yach ceritanya.....Soalnya lanjutannya adalah Kuma makan dan balik ke asrama. Ehm....hari yang melelahkan.
---------------------------------------------------------------------------
A731, 2 Mei 06

Saturday, April 08, 2006

Ayaka

Wednesday, March 08, 2006

TAIYOU WA SHIZUMANAI

Lega, abis bimbingan ama Nishida Sensei, nggak terlalu mengecewakan. Yup, motto gambaru !!
Tadi aku ketemu ama Pak Roni, yatto aku diberitahu alamat email Pak Bandi. Dari dulu tanya temen di Indonesia, nggak ada yang tahu. Semoga aja beliau membalas, amin.
Ehm.... oh ya, seperti yang aku tulis di http://spaces.msn.com/kumadonk/ aku lagi sibuk cari data untuk bahan kenkyuu (research). Emang ada kaitannya dengan yang ada di blog itu... Akhirnya pilihanku jatuh pada "Taiyou wa Shizumanai" (Sang Surya Takkan Tenggelam) nya Hideaki Takizawa alias [NAO]. Genrenya asyik punya, ya kesenanganku kan detective. Walau aksi detective nya nggak sekeren Conan punya, tapi cukup bagus. Mungkin karena ini adalah drama, makanya dibikin agak lama prosesnya yang membuat proses penyelidikan jadi agak kurang seru. Kali ye....
Cerita ini menceritakan seorang NAO, siswa SMA yang punya ibunda periang dan selalu tersenyum. Namun suatu hari, pas ibunya ke jinja* buat ndoain NAO agar sukses kendo** dan ujian masuk perguruan tinggi, pulangnya sang ibu terjatuh..... sampai masuk UGD dan berakhir dengan kematian.
Setelah jasad dibakar, NAO menemukan sesuatu yang ganjil dari abu ibunya itu..... itu adalah MESU, yang dalam bahasa Indonesianya adalah 'pisau bedah'. Nah lho..... ada apa gerangan?? Apakah Minami, dokter yang menangani ibunya ini sengaja menaruh MESU sebagai kenang-kenangan mendiang sang ibu??? Tentu Tidak bukan???!!
Akhirnya NAO dan KIRINO (sang detective) pun mulai berburu fakta.......... (sek, aku yo belum selesai lihat DVD-nya..... baru sampai DVD yang ke-3, semuanya ada 6)

Oh ya, point lain dari cerita ini adalah NAO menjalin hubungan dengan putri dari kepala bagian bedah, di rumah sakit tempat Minami bekerja. Dengan kata lain, bapaknya cewek yang punya nama Ami ini adalah atasan orang yang telah meninggalkan MESU di tubuh ibunya NAO. Di satu sisi si Ami sayang ama bapaknya, tapi kan dia juga kudu membela kebenaran, yaitu si NAO.

Wah....PC Room mulai ramai. Anak-anak asing itu bicara pake bahasa Inggris... pushing aku. Udahan ya....... entar ketemuan lagi di kamar...hehe...

Note :
jinja*: kuil, tempat berdoa agama shinto
kendo** : salah satu cabang ilmu bela diri, ciri khasnya adalah memakai pedang yang terbuat dari bambu. Jangan salah, sakit lho..... trus kalo latihan pake baju lengkap dengan tutup kepala dan sarung tangan. Tapi jangan sekali-kali dech, kamu coba mbau dalemnya tutup kepala dan sarung tangan para pemain kendo. Hehe..... soale aku pernah coba mbau..... aduuh rasanya ampe pengen semaput aku......

----------------------------------------------------------------------
PC Room, 8 Maret 2006

Monday, March 06, 2006

Bed Naas !!

Inilah kisah hidup sebuah bed di sebuah apartemen, yang berjarak sekitar 1 km dari Nagoya University. Mantan pemiliknya telah merelakannya demi kepulangannya ke tanah air.

Inilah bed mbak Mega alias Si Pinky, yang bakal jadi sasaran amukan dahsyat Bang Asees (Azis), cowok India yang konon katanya ahli dalam KARATE!!




Sreek...!! sreek....!! Mulailah Bang Azis menjalankan aksinya, diambilnya belatih untuk menghancurkan bed, yg slama ini menemani Si Pingky tiap malam


Waduh Bang, kesuen.... ini aja diPALU aja, TOK...TOK.... DUG.... DUG..... kira-kira penghuni apato yang lain ga sakit kali telinganya....

Akhirnya si empunya pun TURUN TANGAN juga!!!


Setelah merobek kain pembungkus bed, Bang Azis mengeluarkan sgala isinya, yaitu spons dan kawat!!
Inilah ternyata yg disem- bunyikan bed slama ini...... TERNYATA !!



Naaah..... inilah saudara- saudara ..... hasil amukan Bang Azis.... ternyata ada juga sabut kelapanya. Wah wah.....






Nagoya, 6 Maret 2006, Dengan ini dinyatakan bahwa nasib BED ini telah berakhir sampai di sini. Dengan saksi hidup keberadaan BED adalah Ambiyah, mantan NUPACE 2004-2005 dan "Sang kamerawati" yang bertindak sebagai saksi keberadaan BED sekaligus saksi "pembantaian" BED.



T A M A T


Ditulis oleh "Sang kamerawati" di kegelapan malam.......

Friday, February 24, 2006

フランス料理教室

2006年2月22日

今日は新しくて面白い経験をできた。何かうれしかった。9時半、ママ(坪井さん)がMercedesで向かってきて、星が丘にある料理サローンへ連 れて行きました。そこでフランス料理を練習に行きました。今日のメニュはキャレーダニヨーのグリエ、ビーツのレッドカレー(sejenis kare, tapi jangan salah, kare Perancis tuh kayak saos tomat)、デザートはりんごの甘煮バジリコババロワ飾り(kayak manisan apel, yang dihiasi krim ama kacang manis). 石原先生は何年間かフランスでフランスの料理を学んだそうだ。先生の家に飾っている写真を見るとそうに違いない。一番うれしかったのは料理のことではなく て、ママが色んな珍しい経験を挑戦させていただいたものです。これは忘れられなくて、宝物です。

料理レッスンが終わったら、おばあちゃん(小林)のいえにも訪問しました。非常に元気なおばあちゃんです。関西弁(広島)を使って、いろんなことを早くしゃべりましたから、半分以下ぐらいしか分かりませんでしたけれども、まあなんとなく通じました。

foto 1: Ishihara Sensei

foto 2 : Mama (bawa cangkir) dan salah satu siswa yang lain. Namanya lupa, tapi beliau ini mantan guru SD, rumahnya di Hoshigaoka, deket tempat les.

foto 3 : ini desert apel bikinan aku. Sayang kembangannya ga kelihatan, maklum masih belajar moto sich.....







foto 4 : beberapa bahan yang bakal dibikin buat kare Perancis yang kayak saos. Warna merah (pink) pada karenya, alami dari tanaman yang kayak lobak ungu itu.

Sunday, February 19, 2006

Sayonara Tomo

Di tempat ini kita pernah bersua,

Mencari jejak cerahnya mentari

Ketika kau mengulurkan tanganmu,

Tuntun diriku ke dunia yang baru

Keceriaan itu pun terhadirkan....


Dalam masa yang panjang namun singkat itu,

Hati kita saling merasai....

Tiada hati berharap apa, semuanya hanyalah keikhlasan...

Namun pada perjumpaan itu, kepayahan pun bersilih


Kini perpisahan yang ada

Sebuah jarak pun terbentangkan

Berjalan di atas suratan, maaf kutetap pergi jua.....


Temanku,

Kini perdengarkanlah, dendangan lagu petanda ingatanku,

Agar ikatan ukhuwah kan tetap terjalin

Semua kenangan bersamamu, tak akan kulupa

Walau badai melanda, walau terhilangkan diriku...


Temanku,

Jangan kau nantikan lagi aku,

Maafkan aku yang mungkin t'lah buatmu ber-asa,

Karna kau memang sahabat sejatiku,

Teman berbagi cerita, teman berkeluh kesah

Selamat berpisah....

Mari saling doakan agar tetap istiqomah di jalan-Nya,

Dan ku 'kan selalu mengenangmu

Insya Allah


Jikalau suatu saat nanti,

Kita tetap dipertemukan dalam cinta kasih yang suci,

Semuanya hak Allah, semuanya takdir Allah

Biarkan Dia saja yang mengaturnya,

Namun jangan kau tutup pintu hati tuk yang lain

Jangan korbankan diri pada kesiaan

Masih ada sejuta asa dan makna,

Yang akan tetap bercahaya, menerangi langkah kita


Janganlah kau bersedih,

Karena mencinta bukanlah dosa,

Karena ini naluri fitrah manusia

Temanku, di saat yang tepat nanti

Allah telah menyiapkan bidadari cinta untukmu

Dan tentunya yang terbaik dari-Nya untukmu

Biarlah airmata ini mengiringi doa perpisahan kita....

Simpulkanlah senyuman di tiap helahan nafasmu

Gambatte kudasai!.....ALLAHU AKBAR!!

------------------------------------------------------------------------------------
A731, Nagoya, 18 Januari 2006

Friday, February 10, 2006

Lelaki Toyota Boshoku yang ANEH

Today, adalah kelima kalinya aku ke Toyota Boshoku. Ya...baito. Setiap kali baito, aku naik meijo sen – Tsurumai sen nyambung meitetsu line ampe Kami Toyota eki. Dari situ, ada taxi langganan yang bakalan nganter aku ampe Toyota Boshoku. Pulangnya, dari Toyota, aku naik bus karyawan, bareng ama karyawan-karyawan yang laen. Kita diantar sampe Jousui eki. Dari situ balik lagi naik meitetsu sen dst ampe Yagoto Nisseki.

Biasanya kita nunggu bus tepat di sebelah kanan tempat aku baito. Tempatnya agak gelap, lampunya remang. Yang nunggu bus ga hanya pegawai Nihonjin, ada juga yg dari Brazil. Tapi ada 1 orang Nihonjin yang agak aneh. Awalnya aku pikir, laki-laki itu kecapekan, dia duduk di bawah, sambil mendekap kakinya di pojokan dan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya. Namun 2,3,4 kali aku naik bus karyawan, tingkah laki-laki itu tetap sama. Selalu duduk di tempat yang sama. Kebetulan arah kami sama, ke Jousui, so kita mesti satu bus.

Namun kelima kalinya aku ke Toyota, tadi, tempat nunggu bus karyawan pindah. Pindah deket box satpam. Di situ bagus tempatnya, ada tempat duduknya, ada jidouhambaiki dan terang ada lampunya. Kayaknya baru aja dibikin atau direnovasi. Nah, apakah lantaran tempatnya sudah tidak gelap lagi, laki-laki aneh itu berubah. Namun perubahan dia malah bikin aku heran. Pas aku duduk di bangku di depan bangkunya, beberapa saat kemudian dia melihat ke arahku sambil senyum.... Senyum yang aneh, seperti senyum orang yang agak gimana gitu...~ *> Dia lalu berdiri, dan tiba-tiba duduk di bawah, sebelah bangkunya semula. Namun dia tidak duduk seperti biasanya. Kali ini dia duduk jongkok (ndodok). Aneh... pas kulihat dia, dia segera menghentikan senyum anehnya... dan mengalihkan pandangannya ke arah yang lain, atau menyembunyikan wajahnya di antara dua lututnya. Kejadian kayak gini terjadi sekitar 4-6 kali, selama 15 menit menunggu bus. Kesanku terhadap lelaki itu, kok kayaknya agak ngga nggenah ya.... Di bus tadi, kadang kulirik dia, dia senyum-senyum sendiri.... kadang menutupkan tas besarnya ke mukanya.... Aneh ya..... Super aneh....

Ja, siap-siap neh... besok aku mo shuppatsu ke Hamamatsu....