Perpustakaan Bawah Tanah
Setelah kuliah berakhir, dengan sedikit kecewa, lantaran hasil cek shiken kali ini (padahal yang terakhir neh) cukup tidak memuaskan....hiks T.T; Tandanya benkyoubusoku, huehue......
Abis ngisi perut dengan nasi putih dan tahu, ada shidou kenkyuu with Nishida Sensei. Aikawarazu, beliau bimbing Kuma dengan sabar dan ngasih saran, koreksi di sana sini. Sreeett.....entah kenapa tiba-tiba waktu 45 menit begitu cepat, dan selesailah shidou kenkyuu hari ini.
Karena teori penunjang kenkyuu-ku masih kurasa kurang, kucari beberapa referensi hasil search-nya Nishida Sensei. Ternyata referensi yang beliau maksud tidak ada di kumpulan buku bahasa Jepang yang biasanya aku tongkrongi (nongkrong doank, ga baca. malah kadang bobok di perpus :> ). Usut punya usut, karena referensi itu adalah majalah (ada yg tahunya dah zaman-zaman bahela), maka adanya di ruang paling bawah (2 lantai dari lanta1 dasar)..... yang kalo kita masuk, ga bakal ada sinyal di HP kita.
Begitu keluar dari lift, Kuma pun beraksi. Alias longok sana sini, abiznya bingung gitu...... kok banyak banget rak, dan hawanya dingiin..... Iiih kayak ruang mayat aza (padahal belom pernah loh ke kamar mayat hehe...). Tapi ga sesyerem itu kok, kan ada lampu-lampu. But yang bikin Kuma bingung, kok raknya rapat-rapat, gimana cara Kuma ambil buku yang berada di rak yang di tengah, wong ga ada celah blaz...Kuma coba tarik-tarik.... dengan kekuatan super woman. Eeeh.. tiba-tiba dihampiri orang dan ditegur.
"Mbak-mbak, lagi ngapain?" jawab cowok bermata sipit itu.
"Eh, anu, aku mo cari buku. Kali aja ada di rak ini. Tapi kagak bisa dibuka, sampe saya capek" jawabku sambil membuktikan kekuatan yang telah aku keluarkan sebelumnya untuk menggeser rak-rak itu.
"Oh, bukan gitu caranya. Misalnya kamu cari buku yang judul awalnya N, nah sesuai abjad, kamu harus buka rak yang ini.Ini ada tombol, nah kamu pencet aja.".
"Ooooooohhhh", mulutku dah kayak gua neh bentuknya. Lalu tuh cowok mencet tombol putih, dan lampu merah segera menyala dan tiba-tiba..... GREEEDHEEEEK, NYIITT...!!!
"Eh apa-an tuh?!" tanyaku kaget bin terkejut.
"Nah ini raknya bergeser, nanti setelah berhenti, baru kamu bisa masuk sela-selanya dan nyari buku yg kamu maksud", terangnya lagi.
"Oooooooooohhhh", kali ini, mataku yang kata orang-orang gedhe, tambah membesar bak bakso Malang (wadooh dadi luwe wetengku rek). Sambil manggut-manggut penuh heran (maklum wong ndeso gitu loh), kuucapkan makasih buanyak buat tuh cowok. Setelah aku masuk ke sela-sela rak yang telah bergeser otomatis itu, cowok sipit yang pas ketawa (ngetawain aku neh) ga bisa liat aku itu pun pergi, ga tahu ke mana.
Kucari buku yang diawali dengan N, "Nihongo Kyouiku", mulai dari ujung ke ujung dah kujalarkan mataku, tapi kok ga ada. Mana leherku "kenger" neh, bayangin aja, tinggi rak-rak itu hampir 2 kali lipat tinggi Kuma. Akhirnya Kuma keluar dari sela-sela rak itu dengan wajah muram, karna buku or majalah yang direkomendasikan Nishida Sensei itu tak satupun kutemukan. Hiks sedih dech....... Kuma hendak berputus asa, dan mo keluar dari perpus, eh di sebelah mesin foto copy berpapasan lagi ama cowok sipit tadi. Dia senyum, lalu bilang gini, "ehm, cepat ya. Dah ketemu bukunya?".
"Ehmm.." kugelengkan kepala dengan lesu.
"Oh, kamu cari apa sih?"tanyanya lagi. Karena males ngomong, abis dongkol dan capek nyari buku ga ketemu-ketemu, segera saja kusodorkan print-print-an list buku dan majalah yang kudapat dari Nishida Sensei. Setelah melihat dalam sekejap, tuh cowok yang sedari tadi aku ga tahu namanya itu, lagi-lagi tersenyum penuh ejekan. 'Ngapain sich, senyum kayak gitu' batinku. "Ehm, ini kan buku dalam bahasa Jepang. Di sini ini area buku berbahasa Inggris. Lihat saja abjadnya A-B-C dan seterusnya. Kalau cari buku or majalah dalam bahasa Jepang, bukan di sini tapi area yang sana." tuh cowok menunjuk-nunjuk ke arah di sebelah kiri. Karena kutempurkan kedua alis mataku, kayaknya dia paham banget, kalau Kuma tuh lagi bingung dan stress banget. Akhirnya dia mengantarkan Kuma ke tempat yang dia maksud.
"Nih lihat, abjadnya dimulai dari あーい dan seterusnya. Karena yang kamu cari adalah [nihongo], huruf depannya adalah に(ni), maka kamu harus cari rak yang ada huruf に." Lalu aku berjalan menguntit tuh cowok di belakangnya menuju rak berhuruf に. Akhirnya tiba juga.
"Nah ini dia, masih inget cara bukanya kan? Jangan gunakan tangan lagi yach!" katanya, lalu memberikan kertas print-print-an Kuma dan berlalu meninggalkan Kuma begitu saja. Bahkan Kuma ampe lupa bilang terima kasih. Ah, yatto, akhirnya dari 7 buku yang direkomendasikan Nishida Sensei, kutemukan 4. Alhamdulillah.
Karena kumpulan majalah (jilid-an beberapa edisi majalah) itu sangat berat, palagi ada larangan bawa ke luar, so Kuma akhirnya pergi ke mesin foto copy yang Kuma lihat sebelumnya. Sambil longak-longok (soalnya jalannya berliku-liku kayak dunia misteri gitu.....ato Kuma nya yang lemah diskrip ruang yach??), akhirnya Kuma sampai juga dan mulailah kelahlian sebagai tukang foto copy-pun muncul dech. Berlembar-lembar udah aku foto copy, trus kukembalikan lagi "bantal-bantal berat" itu ke tempat semula.
Pas mo beranjak pergi keluar ruang itu, aku inget sesuatu ketika melihat huruf あ (a), 'Oh ya, ku harus cari majalah linguis dari Aichi Daigaku'. Setelah kulayangkan ke rak yang berhuruf あ, Lalu 'Yup, ada!' ujar hati kecilku penuh girang. 'Tapi.......kok diletakkan ke rak yang paling atas sih....aduuh gimana neh??' Kuma lalu keluar dari sela-sela rak, toleh kanan kiri, berharap ada manusia tinggi yang bersedia menolong Kuma. Tapi sayang, tak sesosok pun yang melewati lorong rak-rak sekitar situ. Akhirnya Kuma punya ide.....ambil kursi di sebelah mesin foto copy tadi. 'Ok, semangat-semangat!!' kata hati kecil Kuma menyemangati diri sendiri.
Pas Kuma mo angkat tuh kursi, lagi-lagi Kuma ditegur ama seorang cowok, but kali ini bukan cowok bermata sipit. Tapi bermata tajam dan berjenggot lebat. Huuaaaahhh..... kayaknya orang dari Turki, India, Iran gitu dech......
"What are you doing miss" tanyanya.
"Ehm... I will take a book at there, but I can't take it, because I am small. The book is in higher" jawabku dengan bahasa Inggris sekedarnya, sambil kuangkat-angkat tanganku dan berjinjit-jinjit, berharap dia ngerti maksudku.
"Ehm...I see, I will help you."
Ah.....Ya Allah, akhirnya tuh orang mau nolong ngambilin buku yang Kuma maksud. Alhamdulillah, tertolong. Lagi-lagi, Kuma ga tahu nama orang itu. Tapi sebelum dia pergi meninggalkan Kuma, Kuma spontan berujar, "alhamdulillah. Syukron Jazilan". Sambil mengernyitkan kening, tuh orang hanya tersenyum dan pergi. 'Apakah bahasa Arab Kuma salah??' pikir Kuma bingung. Ehm.....ah cuek aja.....perasaan bener kok, soalnya tadi siang abis kuliah, Kuma diajari Zei bahasa Arab, ya gitu kok......
Ehm........udah dulu yach ceritanya.....Soalnya lanjutannya adalah Kuma makan dan balik ke asrama. Ehm....hari yang melelahkan.
---------------------------------------------------------------------------
A731, 2 Mei 06









